PRINGSEWU RESTAURANT BERHASIL KARENA PEDULI SDM

agus
Agus Hardyanto

Sebelum menekuni bisnis kunliner. Agus Hardyanto adalah pengusahan furnitur yang memasok produknya ke sejumlah toko mebel di berbagai kota di Jawa Tengah. Namun, belakangan ia terpincut berbisnis rumah makan setelah melihat kinerja restoran Mie Pasar Baru milik istrinya. “Saya tertarik karena bisnis rumah makan memberi keuntungan yang menarik,” ungkap pria kelahiran 28 Agustus 1948 yang menekuni bisnis kulinr sejak 1997 ini.

Pringsw-Banjar
Pringsewu Banjarpatroman view
P1040388
Pringsewu Baturraden view
hallbesar
Pringsewu Jogja view
PG hall
Pringgading view

Kini, di bawah manajemen Pringsewu Restaurant Group (PRG), Agus memiliki 9 resto, antara lain Resto Pringsewu di Cirebon, Tegal, Banjarpatroman, Baturraden, Jogja dan Solo, serta Resto Pringjajar, Pringgading dan Kabayan. Diluar itu, keluarga Agus juga memiliki empat resto dengan menu spesial mie dibawah manajemen Mie Pasar Baru Group (MPBG), yang berlokasi di Tegal, Jogja dan Solo. Pada 2009, jumlah resto yang dikelola bapak dua anak ini akan segera bertambah dua, dengan pembukaan unit resto di Sumpiuh dan Indramayu.

Menurut pria berkaca mata ini, jika hanya mengejar target, sebenarnya dia bisa membuka cabang sebanyakbanyaknya dengan sistem waralaba. Akan tetapi, dia tidak mau melakukannya dengan alasan ketidaksiapan SDM. Padahal, banyak fihak yang mengajaknya bekerja sama membuka resto dengan bendera Pringsewu.

Sebagai pemilik PRG dan MPBG, suami Elly Yuliana ini terus berusaha bisa membuka resto-resto baru. Namun, dia tidak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Dia lebih senang dengan prinsip alon-alon waton kelakon. Karena itulah, kini dia menargetkan hanya meluncurkan satu rumah makan baru per tahun.

Bagi Agus, rumah makan termasuk bisnis jasa. Kalau tidak bisa mengelola dengan manajemen yang baik, pasti tidak akan berkembang. Kunci keberhasilannya adalah SDM. “SDM memiliki peran vital bagi maju mundurnya perusahaan,” ujarnya tandas. Perusahaannya saat ini menerbitkan dokumen Internal Quality Service (IQS), yakni sistem yang mengatur kesejahteraan karyawan dan berbagai hak karyawan (dari gaji yang layak, tunjangan hari tua, kesehatan, karier hingga kesempatan liburan).

ngobrol1 psy
Senyum dan Keramahan Mitra Kerja Pringsewu

Menurut Agus, pembuatan IQS merupakan bentuk keseriusan manajemen agar karyawan bekerja secara tenang dan nyaman di lingkungan PRG. Da meyakini, jik dipuaskan oleh perusahaan – yang antara lain berkaitan dengan suasana kerja, jaminan masa depan, jaminan karier dan kesehatan- karyawan akan merasa dihargai. “Jika mereka bangga dan senang, mereka akan termotivsi untuk bekerja sebaik mungkin.”

Selain IQS, perusahaan menyisihkan 5% dari pendapatannya untuk dibagi ke karyawan, sebagai pemberian tunjangan hari tua dan tunjangan kesehatan untuk keluarga karyawan. Bahkan, karyawan juga diberi kesempatan menambah penghasilan dengan menjual produk / jasa tertentu di rumah makan, seperti cinderamata dan jasa pijat listrik. Menurut Agus, menciptakan suasana kerja yang kondusif merupakan program yang terus dibangun di lingkungan PRG. Untuk itu, pihak manajemen mengadakan pertemuan rutin dengan karyawan yang bertujuan menampung berbagai keluhan. Apabila tidak berani mengungkapkan secara terbuka, karyawa bisa menulis keluhan tersebut. “Disini karyawa boleh ngomel ke manajernya. Selanjutnya manajer juga boleh ngomel e direkturnya,” ujar Agus. Menurut Totok Sutrisno, karyawan yang dipercaya mengelola SDM, sebagai pengusahan, Agus sangat egaliter. “Ia tidak alergi kritik dan sangat menghargai ide-ide karyawan, “ kata Totok.

Yang menarik, setelah pensiun nanti Agus tidak akan menyerahkan manajemen PRG ke anak-anaknya. Alasannya, ia sudah percaya dengan manajemen yang sudah ada selama ini.”Terus terang, walau ini (perusahaan) keluarga, tapi tidak ada satupun yang terlibat di dalam manajemen. Semua diserahkan kepada profesional yang rata-rata fresh graduate,” ujar Agus bangga.

Karena itulah, Agus tidak resah ketika kedua anaknya menyatakan tidak berminat membantu mengurusi bisnis ayahnya. Maklum, kedua anaknya sudah memiliki aktivitas masing-masing. Anak pertamanya, Budi Hardyanto (32 tahun), telah asyik dengan bisnis selulernya, dan kini merupakan salah satu dealer Telkomsel terbesar di Ja-Teng. Adapun anak keduanya, Ivon, ikut suaminya yang merupakan pemilik toko emas.

Sumber : Majalah SWA

Share
Share this
No Comments - Leave a comment
  1. Brody says:

    Great detailed information, I ll be visiting you more frequently, here is very interesting information.

  2. Thanks for posting this info. I just want to let you know that I just check out your site and I find it very interesting and informative. I can’t wait to read lots of your posts.

  3. Detox says:

    You made some good points there. I did a search on the topic and found most people will agree with your blog.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


Welcome , today is Saturday, 11/02/2012