Kebun Binatang Jurug Solo

Jalan – jalan ke Kebun Binatang Jurug, Wisata Edukasi Kota Solo yang sangat meriah.

Kebun Binatang Jurug atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ)  merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup terkenal di kota Solo atau Surakarta. Kebun Binatang Jurug ini juga biasa disebut dengan Taman Satwa Taru Jurug. Ini dikarenakan tempat wisata ini merupakan pusat hiburan keluarga yang menawarkan koleksi berbagai jenis binatang langka.

Pada musim liburan atau weekend, tempat wisata ini biasanya akan dipadati oleh para pengunjung yang datang bersama anggota keluarga mereka. Bahkan, halaman parkir akan sangat penuh dengan kendaraan. Dalam situasi seperti ini para pengunjung terpakasa harus memarkir kendaraan mereka di tepi jalan sekitaran Taman Satwa Taru Jurug.

taman satwa taru jurug

Kisah Sejarah Kebun Binatang Jurug

Dahulu, lokasi tempat wisata Taru Jurug ini hanya berupa taman kota yang terdapat di tepi Bengawan Solo. Beberapa binatang yang sekarang ini dilindungi di Taman Satwa Taru Jurug dulunya adalah binatang yang terletak di Kompleks Taman Sriwedari. Taman Sriwedari ini pun juga merupakan nama taman baru yang dulunya adalah Kebun Raja atau Taman Bonrojo.

kebun binatang jurug

Taman Satwa Taru Jurug tersebut dibangun pada tahun 1870 an oleh Paku Buwono X. Setelah Prabu Paku Buwono X meninggal dunia, yakni pada tahun 1939, taman Kebun Raja ini menjadi kurang terawat. Akhirnya sekitar tahun 1986 silam, muncullah inisiatif dari Pemkot Solo untuk mengambil alih kebun binatang yang kurang terawat tersebut. Pemkot Solo memindahkan bonbin ini ke tempat satwa yang lebih baik dan terawat.

Untuk mengelola Taman Satwa Taru Jurug juga dibuatlah sebuah yayasan dengan nama Yayasan Bina Satwa Taruna. Sejak peresmian yayasan dan juga pemindahan binatang itulah akhirnya taman wisata ini berdiri dan dinamakan Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).

Fasilitas Di Kebun Binatang Jurug

kebun binatang jurug

Taman Wisata Taru Jurug atau Kebun Wisata Jurug telah lama dikembangkan secara resmi oleh Pemkot Solo. Taman Wisata ini ditujukan sebagai tempat berwisata para keluarga. Oleh karena itu fasilitas penunjang yang terdapat di Taman Satwa ini pun sudah sukup lengkap. Berbagai fasilitas yang terdapat di Kebun Binatang Jurug ini diantaranya adalah koleksi flora & fauna, arena bermain untuk anak-anak, masjid untuk beribadah, kereta mini dan lain-lain. Selain itu juga terdapat hiburan lain yang tersedia di Kebun Binatang Jurug ini. Beberapa diantaranya adalah pertunjukan musik, pementasan reog, festival Gethek yang diselenggarakan satu tahun sekali.

Di Kebun Wisata Jurug ini juga terdapat sebuah monumen khusus yang dibangun untuk mengenang maestro keroncong kota Solo yaitu Gesang. Pasti readers sekalian sudah tidak asing lagi dengan nama sang maestro keroncong tersebut. Konon katanya, almarhum Gesang terinspirasi untuk menciptakan lagu lengendaris berjudul “Bengawan Solo” saat sedang berada di Taman Satwa taru Jurug. Oleh karena itulah monumen ini menjadi sangat populer terlebih di mata para fans sang maestro Gesang.

Alamat dan Peta Lokasi Kebun Wisata Jurug

kebun binatang jurug solo

Taman Wisata Taru Jurug (TSTJ) terletak di Jl. Ir. Sutami no. 40, Kentingan, Jebres, kota Surakarta. Atau lebih tepatnya di sebelah kampus UNS (Universitas Sebelas Maret).

 

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Jurug

 

Bonbin Jurug dibuka pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB

Harga tiket masuk kebun binatang pada hari biasa adalah sekitar 6.000 rupiah. Sedangkan pada hari libur tiket masuk naik menjadi 7.000 rupiah per orang.

Bagi yang hendak menunggang binatang juga tersedia kuda dan gajah yang siap disewa dengan harga yang cukup terjangkau yakni:

Menunggang gajah : sekali putaran Rp 7.000

Menunggang Kuda : sekali putaran Rp 8.000

Koleksi Fauna yang Ada di Kebun Binatang Jurug

kebun binatang jurug solo indonesia

Beberapa binatang yang dilindungi di Kebun Binatang Jurug diantaranya kuda, beruang, iguana, zebra, kera, gajah, komodo, merak, burung dan unggas lainnya. Selain itu juga terdapat macan tutul, buaya, ular,harimau sumatera dan beberapa fauna buas lainnya. Alkisah terdapat gajah tertua di bonbin Jurug ini yang sekarang sudah mati. Gajah yang diberi nama Kyai Rebo tersebut diawetkan  dan dijadikan sebagai koleksi pajangan galeri  pintu masuk Kebun Binatang Jurug.

Selain beberapa fauna langka, di kebun binatang ini juga terdapat koleksi beberapa flora (tumbuhan) . Misalnya flamboyan, pohon cemara, trembesi (munggur), akasia, pinus dan juga pohon-pohon berukuran besar yang lain. Dengan adanya pepohonan berjejeran tersebut  membuat bonbin Jurug menjadi lebih sejuk dan asri. Pengunjung akan merasa berada di tengah-tengah hutan habitat asli para binatang langka.

 sumber : https://goo.gl/nhBZe7

Obyek Wisata Taman Kartini Rembang

KE REMBANG JANGAN LUPA KE TAMAN KARTINI YAH!

Obyek Wisata Taman Kartini (Dampo Awang Beach) adalah solusi wisata keluarga bagi anda orang rembang dan sekitarnya. Nama Taman Kartini sendiri mengandung makna sejarah, diambil dari nama pahlawan Nasional Indonesia yang selalau memperjuangkan hak-hak kaum wanita yaitu R.A Kartini. Beliau dimakamkan di Mantingan, Kabupaten Rembang.

Namun, semenjak pengelolaanya berpindah tangan ke pihak swasta Taman Kartini berubah nama menjadi Dampo Awang Beach.

Gambar keindahan wisata pantai Dampo Awang Beach

Sebagai Orang Rembang dan sekitarnya, tentu anda sudah mengenal dengan objek wisata dipulau jawa yang terkenal dimana salah satunya adalah Taman kartini rembang atau Dampo Awang Beach ini.

Solusi wisata keluarga di Pantai Awang Beach Rembang, Jawa Tengah

Dampo Awang Beach atau Taman Kartini adalah sebuah taman yang berada di pinggir pantai utara rembang. Karena lokasinya yang dipinggir pantai dan strategis, maka tempat ini diubah menjadi wahana wisata keluarga yang indah,menarik, dan menyenangkan.

Selain taman yang indah dan asri, di Dampo Awang Beach anda juga bisa menikmati pemandangan pantai yang menawan. Selain itu anda juga bisa jalan-jalan ke beberapa pulau kecil di utara pantai ini dengan naik perahu.

Anda yang suka berenang, di Taman Kartini juga disediakan kolam renang yang dapat anda pakai berenang bersama keluarga. Jika ingin bersantai-santai saja menikmati pemandangan , di taman sudah disediakan tempat duduk dibawah pohon rindang.

Gambar didalam lokasi taman Kartini Rembang

Buat anak-anak juga disediakan wahana tempat bermain yang menyenangkan dan aman. Seperti mandi bola, dan Fasilitas Outbond yang lengkap.

Tempat bermain di taman kartini (Dampo Awang Beach)

Yang suka binatang di tempat wisata ini juga terdapat berbagai macam burung langka dan binatang lain seperti buaya, kura-kura raksasa, ular, dan Ikan langka.

Lokasi Wisata Taman Kartini (Dampo Awang Beach) berada di Sebelah Barat Gedung DPRD dan Kantor Bupati Rembang. Pas sebelah utara jalan pantura kota rembang dan sebelah urata Kodim/Polres Rembang.

Untuk masuk ke Dampo Awang Beach untuk sepeda motor anda hanya dikenakan biaya Rp. 8000,- sedangkan untuk mobil antara Rp. 15.000,- hingga 20.000,-.

Bagaimana, Anda tertarik ! Langsung saja datang ke Dampo Awang Beach dan nikmati keceriaan bersama orang-orang spesial.

sumber : https://goo.gl/LXlHjf

Monumen Jogja Kembali

Mengenal Sejarah Yogyakarta Melalui Monjali

Anda pasti kenal dengan Yogyakarta. Tapi tahukah Anda bagaimana sejarah Yogyakarta. Jika ingin mengenal lebih dekat dengan Yogya, datanglah ke Monumen Yogya Kembali. Monumen ini biasa disingkat menjadi ‘Monjali’ oleh masyarakat yogyakarta.

Dibangun pada 29 Juni 1985 yang ditandai dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.

Gagasan untuk mendirikan monumen ini dilontarkan Kolonel Sugiarto, selaku Wali kota madya Yogyakarta dalam Peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1983. Dipilihnya nama Yogya Kembali dengan maksud sebagai tetenger atau penanda peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu kota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai tanda awal bebasnya Bangsa Indonesia secara nyata dari kekuasaan pemerintahan Belanda.

monumen-jogja

Monumen jogja kembali

Monumen Jogja Kembali Pembangunan monumen dengan bentuk kerucut dan terdiri dari tiga lantai ini selesai dibangun dalam waktu empat tahun dan diresmikan pembukaannya tanggal 6 Juli 1989 oleh Presiden RI pada waktu itu, Soeharto.

Monumen setinggi kurang lebih 31.8 m ini terletak di Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Bentuk kerucutnya melambangkan bentuk gunung yang menjadi perlambang kesuburan selain memiliki makna melestarikan budaya nenek moyang pra-sejarah.

Pemilihan lokasi Monumen Yogya Kembali juga memiliki alasan berlatarkan budaya Yogya, yaitu monumen terletak pada sumbu atau poros imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan pantai Parang Tritis. Sumbu imajiner ini sering disebut dengan Poros Makrokosmos atau Sumbu Besar Kehidupan. Titik imajinernya sendiri bisa anda lihat pada lantai 3 ditempat berdirinya tiang bendera.

Bangunan monumen ini terdiri dari taman depan dimana pengunjung bisa melihat Meriam PSU Kaliber 60mm buatan Rusia, sedangkan dihalaman paling depan anda bisa jumpai Replika Pesawat Guntai dan Pesawat Cureng yang dipakai dalam peristiwa perjuangan ini. Memasuki halaman museum terdapat dinding yang memenuhi satu sisi selatan monumen yang berisi Rana Daftar Nama Pahlawan dimana pengunjung bisa melihat 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949 dan puisi ‘Karawang-Bekasi’ karangan Khairil Anwar. Monumen Jogja Kembali Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum dimana terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949. Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan. Perpustakaan menggunakan satu ruang di lantai satu yang merupakan perpustakaan khusus yang menyediakan bahan-bahan referensi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dan dapat dimanfaatkan oleh umum. Ruang serbaguna adalah ruangan yang terletak ditengah-tengah ruangan lantai satu lengkap dengan panggung terbuka-nya. Setiap hari Sabtu dan Minggu diruangan ini digelar berbagai atraksi diantaranya tarian klasik, gamelan, musik electone yang memainkan lagu-lagu perjuangan. Ruangan Serbaguna ini bisa digunakan oleh umum untuk acara-acara pernikahan, seminar, wisuda dan lain-lain. Di lantai 2 bagian dinding paling luar yang melindungi tubuh monumen, pengunjung bisa melihat 40 buah Relief Perjuangan Phisik dan Diplomasi perjuangan Bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. Pengunjung bisa melihat antara lain relief Jenderal Mayor Meyer yang mengancam Sri Sultan HB IX pada tanggal 3 Maret 1949, Presiden dan para pemimpin lain kembali ke Yogyakarta, pernyataan dari Sri Sultan HB IX yang menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian dari Negara Republik Indonesia, Perayaan Kemerdekaan di halaman Kraton Ngayogyakarta dan lain-lain.

Monumen Jogja Kembali Didalam bangunan lantai dua terdapat sepuluh diorama perjuangan Phisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949 dengan ukuran life-size melingkari bangunan monumen. Diorama diawali dengan Agresi Militer Belanda memasuki kota Yogyakarta dalam rangka menguasai kembali Replublik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948 dimana pengunjung bisa menyaksikan miniatur pesawat-pesawat Belanda yang dibuat mirip dengan asli-nya. Apabila anda datang didampingi pemandu maka pemandu akan dengan senang hati menjelaskan kepada anda peristiwa sesungguhnya yang terjadi dimana pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Van Langen berhasil menguasai Lapangan Udara Maguwo (kini Adisucipto) pada pukul 08.00 dan mengadakan ‘sapu bersih’ terhadap apa yang dijumpai sepanjang jalan menuju Kota Yogyakarta (Jalan Solo). Kurang lebih pukul 16.00 pasukan Belanda sudah menguasai seluruh kota Yogyakarta dan beberapa tempat-tempat penting lain seperti Istana Presiden (Gedung Agung) dan Benteng Vredeburg. Sejak itu perjuangan merebut kembali Negara RI dimulai.

monumen-yk

monumen-jogja-kembali2

Kesepuluh diorama disajikan dalam kronologis waktu sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami urutan kejadian yang sebenarnya. Disini kita juga semakin memahami peran perjuangan Jenderal Soedirman yang waktu itu dengan kondisi kesehatan sangat lemah dan paru-paru sebelah tetap memaksakan diri ikut berjuang dengan cara gerilya walaupun Presiden Soekarno sudah memintanya untuk tinggal bersamanya saja. Diorama ini disajikan diawal-awal. Di tengah-tengah diorama disisipkan juga adegan yang terkenal dengan sebutan Serangan Umum 1 Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Soeharto yang memiliki tujuan politik, psikologis dan militer dimana bangsa Indonesia ingin mengabarkan pada dunia mengenai eksistensi-nya. Berita keberhasilan SU 1 Maret 1949 tersebut berhasil disebarluaskan melalui jaringan radio AURI dengan sandi PC-2 di Banaran, Playen, Gunung Kidul secara beranting hingga sampai ke Burma, India dan sampai kepada perwakilan RI di PBB. Menjelang diorama terakhir kita bisa melihat akhir dari perjuangan panjang dan melelahkan bangsa dimana akhirnya tentara Belanda ditarik dari Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan Sri Sultan HB IX bertindak selaku koordinator keamanan yang mengawasi jalannya penarikan pasukan tersebut dan diakhiri dengan adanya Persetujuan Roem-Royen pada tanggal 7 Mei 1949. Monumen Jogja Kembali Monumen ini sangat tepat menjadi sarana kita untuk memahami sejarah tanpa harus merasa digurui karena peran pemandu dalam menyampaikan setiap cerita dalam diorama sangat menarik dan tidak menjemukan. Disini pengunjung akan disegarkan kembali ingatannya akan sejarah perjuangan bangsa dan mengetahui siapa saja tokoh-tokoh dibalik perjuangan itu. Tidak salah apabila anda mengunjungi monumen ini bersama keluarga karena selain semua tempat yang telah disebutkan monumen ini juga dilengkapi dengan taman yang terletak di bagian barat dan timur. Beberapa pentas seni seperti keroncong dan campur sari sering diselenggarakan ditaman monumen ini terutama dalam perayaan-perayaan seperti Hari Raya Idul Fitri. Monumen ini dibuka setiap hari Selasa – Minggu pada jam 08.00 – 16.00 WIB tetapi pada masa liburan sekolah monumen ini juga tetap buka pada hari Senin seperti hari biasa. Dengan biaya masuk Rp 7.500 untuk wisatawan nusantara maupun mancanegara tempat ini layak untuk dijadikan tempat kunjungan wisata anda bersama keluarga.

sumber : https://goo.gl/PA4dP8

Small world purwokerto

Obyek Wisata Small World Purwokerto, Rekreasi Sekaligus Edukasi di Taman Miniatur Dunia

PURWOKERTO – Satu lagi tempat yang asik untuk mengajak keluarga, saudara atau teman untuk berlibur di Baturraden. Small World Purwokerto. Terletak di Jalan Raya Ketenger, Baturraden, taman miniatur dunia ini cocok untuk berlibur sekaligus edukasi tentang bangunan-bangunan terkenal di dunia.
small-world-pwt

small world purwokerto

Menurut General Affair Small World Purwokerto, Deni, ide dan gagasan pembangunan wisata edukasi itu dari owner, yakni Sri Banowati. Ide tersebut muncul sejak 15 tahun lalu, saat masih bekerja. Sehingga baru terlaksana sekarang ketika sudah pensiun. “Dulu saat beliau bekerja sering bepergian ke luar negeri. Jadi punya ide seperti ini. Sebelumnya mau dibikin di Pangandaran, dulu sudah sempat dibangun sebagian tapi baru kepikiran kenapa tidak bikin di Purwokerto saja. Sempat juga rencana di Kebumen, karena beliau asli Kebumen, tetapi sepertinya kurang peminatnya. Sampai akhirnya diputuskan dibuat di Purwoketo,”. Ia menjelaskan, konsep awal pembangunan wisata itu, selain untuk edukasi juga untuk mengenalkan kesenian-kesenian baik dunia dan daerah. “Saat grand opening pada 10 September nanti, rencana mau digelar festival Jepang selama dua hari. Selain itu, ke depan juga rencana mau bikin event mingguan, bulanan dan tahunan,” jelasnya. Meskipun belum diresmikan, kata Deni, wisata edukasi yang dibangun di tanah seluas 1,2 hektare itu mendapat respon yang cukup baik dari masyarakat.
kincir-angin-pwt

kincir angin di small world

Animo masyarakat baik dari desa setempat maupun luar desa. “Animo masyarakat cukup tinggi, padahal masih ada beberapa fasilitas yang belum selesai dibangun seperti toilet dan bangunan lainnya. Rata-rata hari biasa sekitar 300 orang, weekend sampai hampir 500 orang. Awal dibuka, hari malam minggu kemarin kita gratiskan. Tetapi hari minggunya kita buka tiketing dengan harga promosi Rp 10 ribu. Nanti setelah pembukaan, hari biasa tiketnya Rp 15 ribu dan weekend Rp 20 ribu,” terangnya. Ia mengaku saat ini memang belum diresmikan, namun sejumlah sekolahan sudah banyak yang mengunjungi taman tersebut. Rencana ke depan, taman tersebut juga bakal diperluas dan ditambah sejumlah wahana lainnya. “Saat ini baru ada 18 miniatur. Rencana ke depan ada pengembangan seluas 4 hektar dan menambah miniatur menjadi sekitar 30,” tambahnya. Pasangan pengunjung, Fendi dan Rani mengaku alasan datang ketempat tersebut lantaran penasaran dengan informasi yang mereka dapat dari media sosial. “Penasaran saja karena juga tempat baru. Apalagi banyak yang sudah upload juga di Instagram,” katanya. Mereka juga membawa anak. Tujuannya untuk memberikan edukasi pada anaknya. “Buat mengenalkan kepada anak kita, bahwa miniatur-miniatur tersebut merupakan bangunan terjenal yang ada di dunia,” jelasnya.Sumber: https://goo.gl/qKeFCc

Wisata Hutan Pinus Bantul

Berwisata ke Hutan Pinus Imogiri, Bantul Yogyakarta

 

Saat ini Hutan Pinus Imogiri memang semakin populer sebagai salah satu lokasi hunting foto dan bahkan prewedding. Deretan hutan pinus yang tumbuh teratur menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Selain wisata alam Kalibiru di Kulonprogo, hutan pinus ini merupakan salah satu rekomendasi wisata alam di Jogja yang perlu dikunjungi. Hutan ini letaknya berdekatan dengan Kebun Buah Mangunan Imogiri dan Kawasan wisata Puncak Becici, maka jangan heran jika para wisatawan menyebut bahwa kedua tempat wisata ini satu paket yang harus dikunjungi ketika ke Jogja.

Hutan Pinus Imogiri

Jika Anda pernah menonton film Twilight pastinya Anda sudah memiliki gambaran tentang tempat wisata ini. Pasalnya, hutan pinus ini memiliki pemandangan yang hampir sama seperti di salah satu tempat pengambilan gambar film Twilight tersebut. Waktu terbaik mengunjungi hutan pinus ini adalah pada pagi hari. Selain dapat merasakan hawa sejuk, ketika pagi hari pemandangan alam yang ada di sana sangatlah memukau dan indah.

Keindahan dan keunikan dari hutan pinus inilah yang membuat hutan pinus Bantul ini merupakan tempat hunting foto menarik di Jogja paling populer. Tak hanya digunakan untuk hunting foto, bahkan brand terkenal dan beberapa stasiun televisi menjadikan hutan pinus ini sebagai lokasi syuting.

Akses menuju ke Hutan Pinus Imogiri

Tempat wisata di Jogja ini terletak di desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ketika Anda dari Jogja dan melewati ring road selatan dari arah gamping Anda harus mengikuti petunjuk jalan menuju ke arah Parangtritis menuju ke Kecamatan Dlingo. Setelah itu ikuti papan petunjuk ke arah Kebun Buah Mangunan. Ketika sudah sampai ke Kebun Buah tersebut lurus lagi sekitar 1 km mengikuti jalan yang beraspal halus. Jika jalan yang Anda tempuh benar maka Anda akan menemukan jalan yang menanjak. Mengingat aksesnya cukup sulit sebaiknya Anda berhati-hati dalam berkendara agar tidak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Jam buka dan harga tiket masuk ke Hutan Pinus

Tidak seperti tempat wisata lainnya, di tempat wisata ini tidak ada jam buka. Sehingga para pengunjung bebas mau mengunjungi wisata ini. Tak hanya itu saja, untuk bisa masuk ke hutan pinus Mangunan ini pun gratis tidak dipungut biaya. Karena memang belum ada loket masukknya. Akan tetapi Anda tetap harus membayar biaya parkir kendaraan, yaitu Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 4.000 untuk kendaraan roda empat.

Tips berwisata ke Hutan Pinus

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata ini ada beberapa tips yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Para wisatawan tidak boleh membuang sampah sembarangan di kawasan hutan pinus ini. Hal ini berguna agar tempat wisata ini tetap terjaga keindahan dan keasriannya.
  2. Bagi Anda yang merokok sebaiknya berhati-hati dalam membuang puntung rokok ataupun batang korek api. Karena jika lalai dalam mematikannya dapat memicu terjadinya kebakaran hutan. Dan alangkah baiknya ketika mengunjungi wisata ini Anda tidak merokok.
  3. Ketika berwisata ke sini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi. Karena kawasan ini tidak dilewati oleh kendaraan umum, seperti angkot dan lainnya.
  4. Tips berwisata ke hutan pinus Imogiri selanjutnya adalah bawalah bekal makanan ataupun minuman dari rumah. Karena di tempat wisata ini belum banyak warung yang menjajakan makanan ataupun minuman. Hanya saja jika beruntung Anda bisa menemui penjual makanan ringan seperti cilok dan siomay. Namun penjual tersebut pun tidak setiap saat ada.

kawasan wisata puncak becici

Menikmati Keindahan Alam Puncak Becici

Setelah puas menikmati keindahan pemandangan di hutan pinus Imogiri, Bantul tersebut tak ada salahnya Anda melanjutkan perjalanan ke tempat menarik lainnya yaitu ke wisata Puncak Becici. Dari hutan pinus Mangunan Anda harus berjalanan lusrus hingga bertemu pertigaan. Di pertigaan tersebut sudah terdapat papan petunjuk yang akan membawa Anda menuju ke kawasan wisata Puncak Becici.

Sesampainya di kawasan wisata tersebut Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang sangat indah lengkap dengan udara yang sejuk dan aroma khas hutan pinus. Jika cuaca sedang cerah Anda bisa melihat Gunung Merapi dan Gunung Sindoro. Waktu terbaik mengunjungi Puncak Becici adalah pada pagi ataupun sore hari. Di wisata ini Anda pun dapat menemui rumah pohon yang sama seperti di Kalibiru, Kulonprogo.

Kawasan Wisata Puncak Becici sendiri dikelola oleh warga setempat secara swadaya. Mengingat kawasan ini merupakan kawasan Hutan Lindung, maka fasilitas yang dibuat oleh pengelola pun cukup sederhana. Meskipun begitu, keterbatasan fasilitas tidak membuat Puncak Becici ini sepi pengunjung.

Nah bagi Anda yang berencana mengunjungi tempat wisata di Jogja yang satu ini pastikan Anda selalu menjaga kebersihan, tidak bermain api, tidak merusak pohon dan hal lainnya yang merugikan.

sumber : https://goo.gl/nD85P3